Kamis, 01 Desember 2011
Senin, 10 Oktober 2011
Sensasi Model
Masih dalam acara Smandel
Special Sunday keponakanku Rama menghampiri tempat dudukku, “Om, aku tadi
motret-motret di taman dapet model, ini om kalau mau lihat”, katanya sambil
jempolnya memainkan tombol navigasi kamera 50D miliknya, aku memperhatikan layar
LCD kameranya, bagus juga hasilnya.
Rama melanjutkan, “Anaknya
alumni om, alumninya kenal sama om”.
Aku dalam hati sedikit GR,
siapa sih yang nggak kenal aku.
“Cewek ini namanya Anisa
om, Anisa James, dia juga kenal sama om”.
Aku makin GR aja,
bayangkan anak alumni aja kenal aku, hebat nggak?.
“Katanya pernah ngikut
mobil om, terus dianterin om sampai rumahnya”.
Waduh! Mulai kacau seorang
perempuan muda mengaku pernah semobil denganku bahkan aku antar sampai
rumahnya, jangan menuduhku yang nggak-nggak dulu ya! Pasti ada penjelasannya.
Sampai di rumah aku mulai bermain
fesbuk siapa tahu foto SSS sudah mulai diunggah kawan-kawan sambil mencari
profil Anisa James, dapat. Rupanya anaknya Jati ’82, oalah Jati kok bisa jadi
James.
Memang aku pernah
mengantar Anisa dan ibunya pulang ke rumahnya di bilangan Ciawi selepas Family
Camp 2011, itu juga bareng Jati, eh James.
Kalau membandingkan Anisa
dengan Jati terlihat adanya mutasi genetik alias perbaikan keturunan, selamat
ya Jati.
Rama aku ajak ke SSS untuk
ikutan lomba photography, karena dia punya hobby jeprat-jepret, yang menjadi
sasaran bidikannya emak-emak cantik angkatan 87, emak-emak itu mau aja disuruh
lompat lah, nyengir lah.
Sewaktu mau mengumpulkan
hasil bidikannya Rama bertanya, “Om, yang dimasukin yang mana ya? Angkatan 87
apa 81? Cuma boleh satu”.
“Aku nggak bisa jawab,
takut salah”, padahal aku berharap yang dimasukan angkatan 81 lebih keren sih! Ya kan?
Rupanya bisa diterima oleh
panitia dua-duanya, karena memang keren dan keduanya termasuk 16 finalis, sayangnya
dia nggak mendapatkan hadiah juara. Jawaranya Raina '77, Toro '80 dan Pras '85.
Sebelumnya sebagai paman
yang baik, aku menguatkan metalnya apabila hal itu terjadi.
“Rama, ikut lomba ini yang
penting untuk pengalaman kamu, menang kalah nomor 2”.
“Iya, om”.
Anak muda zaman sekarang
kurang kritis, berbeda dengan zaman kami SMA dulu. Kalau dia kritis seharusnya
dia bertanya, “Menang kalah nomor 2, kalau gitu nomor 1nya apa dong om?”.
Sebagai the best uncle,
aku sudah mempersiapkan jawabannya.
“Nah, nomor 1nya, kalau
kamu menang jangan lupa hadiahnya kita bagi 2”.
om, ni aq Nisa, anaknya Pak Jati..
James itu singkatan..
J:Jati
A:Anisa
M:Mufti
E:Empi
S:Sekeluarga
Knp ga minta sm Rama aja foto2nya? kn dy save byk foto2 aq.
aq punya sedikit yg pas SSS. Aq krm yg lain jg y.. hehe..
om, ni aq Nisa, anaknya Pak Jati..
James itu singkatan..
J:Jati
A:Anisa
M:Mufti
E:Empi
S:Sekeluarga
Knp ga minta sm Rama aja foto2nya? kn dy save byk foto2 aq.
aq punya sedikit yg pas SSS. Aq krm yg lain jg y.. hehe..
Sensasi Hadiah
Tenda besar penonton
di acara Smandel Special Sunday terlihat sepi karena penonton lebih suka
mangkal di stand angkatan masing-masing, dan boleh jadi karena sudah banyak
yang pulang gara-gara nggak tahan kepanasan. Di sayap kanan tenda penonton saja
yang masih cukup ramai, dihuni oleh angkatan 81 dan 83, karena kebetulan stand
mereka persis di samping tenda penonton.
Angkatan 83 masih setia menunggu penyerahan trophy angkatan
dengan peserta terbanyak. Setelah penyerahan trophy di atas panggung Krisna
sang emsi bertanya kepada Dhyta juru bicara paruh waktu angkatan ini.
![]() |
| Smandel 83 |
“Sekretariat angkatan 83 dimana?”.
“Sekretariatnya pindah-pindah, muter-muter deh pokoknya”.
“Kalau untuk acara ini sekretariatnya dimana?”.
“Di rumah Tia, ya ……. rumah Luci juga … Sekretariatnya 81”.
Pantesan menang! Oke deh buat angkatan 83, kami mengucapkan
selamat dari lubuk hati yang paling dalam atas kekompakan kalian, semoga di
acara berikutnya jangan hanya jumlah peserta aja yang dibanyakin tapi ……. jajannya
juga dong dibanyakin!.
![]() |
| Smandel 88 |
Setelah itu ada pembagian door price dengan hadiah utama
berupa sepeda lipat, GPS, dan handphone, dengan mengantongi 2 tiket aku
berharap-harap cemas, biasanya sih aku nggak pernah beruntung di acara begini.
![]() |
| Smandel 60an |
Tarikan pertama beberapa bungkusan berisi kaos, Krisna mulai
membacakan nomor, “Kosong-kosong-tiga-lapan-lapan”’.
Aku mengeluarkan kupon door price dari dalam dompet, 00384
dan 00388, “Krisna, barusan 388 ya?”, aku nggak yakin Dewi Fortuna Anwar
berpihak kepadaku.
“Sebentar ….. tiga-lapan-lapan, ya udah maju ke sini”.
Putaran berikutnya berupa anvelop dan kotak berisi mug,
giliran 00384 yang keluar, mantap! Aku pasang 2 nomor, keduanya dapat. Tapi
giliran aku kok cuma dapat mug. Waktu kembali teman-teman bertanya, “Amplopnya
mana?”.
“Amplop gue diambil Krisna”, sautku enteng.
| Smandel 81 |
Aku menghampiri Didit, istri Krisna, “Dit, nanti sampe rumah
elo bagi 2 sama Krisna, amplop gue diambil Krisna”.
Benar-benar istri pelawak, Didit menanggapinya begini, “Men,
hadiahnya buruan dibuka, gue jadi penasaran jangan-jangan cangkir-cangkir di
rumah dibungkusin Krisana jadi hadiah …… pantesan sering ilang!”.
Minggu, 09 Oktober 2011
Sensasi Terang Bulan
Selepas gowes panitia
mengadakan Fun Walk, pesertanya lebih banyak dari peserta Fun Bike, sebelum
berangkat mereka melakukan yel bersama, sudah pasti nggak sespektakuler kayak
yel Fun Bike di terowongan.
Aku nggak ikutan
Fun Walk, pertama karena rutenya sudah aku lewati saat bersepeda, yang kedua
karena terang bulannya terik banget. Aku menyebut rombongan jalan santai ini,
“Rombongan orang-orang yang nggak punya sepeda”, lucunya mereka malah tertawa
bukannya sedih dibilang nggak punya sepeda.
Sambil menunggu
rombongan nggak punya sepeda kembali aku menjelajahi arena bazar yang
didominasi dengan stand makanan dan minuman yang enak-enak semua, aku hanya
lihat-lihat, jajannya nanti aja kalau sudah lapar atau ada yang ngejajanin.
Rombongan yang
ngak punya sepeda kembali dengan anak-anak kecil membawa bola-bola plastik
kecil berhadiah, aku nggak mendekat untuk mencari tahu, panas bok!
| Smandel 85 |
Teriknya terang
bulan memaksa kami berlabuh di bawah bayangan tenda atau pepohonan, kebanyakan
kawan-kawan angkatan berlabuh di stand angkatan masing-masing, 82 dekat pintu
masuk dengan soto mie, bergeser searah jarum jam angkatan 86 dengan aneka kue,
Qifty salah satu penjualnya. 84 di tenda makan, band the Habib di pinggir
panggung, 80 di saung sambil jualan kue, ASBC dengan 2 piala prestasi Enny 81,
ke kanan dikit angkatan 77, berikutnya 85 dan 83. Paling beruntung angkatan 81
yang mendapat 2 stand persis di samping tenda besar penonton, Ika jualan bakso,
Uni jualan asinan dan es mambo.
| Smandel 79 |
Cuaca panas
membuatku nggak berselera makan, aku menolak makan nasi panitia bareng Riry ’83,
mungkin karena aku terlalu banyak minum, botol keempat air mineral kemasan 600 ml aku
dapat dari Edoy ’83 di meja panitia yang aku tengak habis dalam perjalanan
pulang, artinya aku mengkonsumsi 2.400 ml air ditambah 3 buah es mambo di acara
Smandel Special Sunday ini.
Aku nggak bisa
menolak tawaran Yeyen ’83 rujak buah yang segar banget dan semangkuk kecil
bakso bawaan angkatan 83, lezatnya!.
“Jeruknya kok
nggak disebutin?”.
“Oh, iya tambah
jeruk satu, untung diingetin”.
| Smandel 87 |
Pantatku mulai
berasa tepos gara-gara gowes ditambah kulit muka dan tangan menjadi merah
seperti udang rebus, penyebab kulitku gosong ini aku menyalahkan panitia
sepenuhnya, “Emang panitia nggak bisa nyewa matahari yang agak kecilan”.
Sensasi Gowes
Aku buru-buru mencari
tempat di depan setelah diumumkan bahwa Fun Bike segera dimulai, bendera start
dikibarkan setelah yel Smandel Jaya, kurang kompak!.
Aku mulai
menggowes sepeda dibelakang voreder dari Ancol dengan pluit dan berkaos
bertuliskan Ancol Commuter, sesekali si voreder menjelas arena yang kami
lewati, kandang rusa, pelican dan seterusnya. Dia bilang kalau kita beruntung
bisa menyaksikan pemandangan luar biasa ketika si pelican memangsa ikan. Aku
bilang kalau hal itu biasa aja yang luar biasa kalau si ikan menyantap si
pelican.
Keluar Eco Park
kami menuju Putri Duyung, menelusuri pantai, melewati makam Belanda, melewati
terowongan mall yang tengah dibangun, berhenti sejenak di ujung timur pantai
Ancol, selanjutnya kembali ke Eco Park melewati gong besar, lumayan jarak
keseluruhan lebih dari 8 kilometer.
Nggak rugi
mengikuti acara gowes bareng walau harus berbanjir peluh sampai-sampai aku
nggak berani menempelkan pipiku ke pipi Rian, “Sori, becek!”. Rianpun menjawab,
“Bukan becek lagi, ini mah becek banget!”.
Karena baru
pertama kali alumni Smandel mengadakan gowes rasanya seru banget, sayang banget
kalau kamu nggak ikutan. Kami dikawal 7 orang yang badannya gede-gede dan gede
banget, diantaranya Nunuk, Maulana dan Ian, yang akan membantu kalau ban sepeda
kempes atau sepeda kita mogok.
Paling seru
ketika kami melewati terowongan mall yang belum jadi, voreder melambatkan
sepeda agar kami bisa bersama-sama melewati terowongan, sang voreder meminta
kami membunyikan bel, aku tambahkan kalau nanti aku teriak “Smandel” yang lain
harus teriak “Yahut!”.
Sekarang kami di
terwongan, bel berbunyi nyaring ditambah dengan yel “Smandel .......
YAHUUUTTTTTTT!”, delapan kali, suara gemanya keras dan berulang-ulang, “Yahut
....hut .... hut .... hut....”, mantap banget. Benar-benar sensasional. Sayang
banget kalau kamu ngak ikutan.
Kamu nggak usah
sedih, kamu bisa kok mencobanya dengan angkatan atau komunitas kamu mumpung
mallnya belum jadi. Tapi kalau menurut aku paling seru kalau kamu mencoba
bersama komunitas kamu di terowongan Mina saat musim haji, kamu bakalan
mendapatkan sensasi yang luar biasa berupa digebukin jemaah negara lain, lagian
di tanah suci teriak-teriak bukan ibadah dibanyakin.
Sepeda Lipat
Sampai H-1 aku
masih bimbang datang ke Smandel Special Sunday 09.10.11 membawa sepeda atau
nggak. Kata Vini ’86 yang jadi ketua panitia enakan jalan kaki, bukannya karena
Vini nggak punya sepeda tapi memang lebih seru sih, dan nggak repot.
Aku akhirnya
memutuskan untuk membawa sepeda lipat karena mudah dibawa dan yang terpenting
hari ini aku bisa menuntaskan targetku, yaitu punya foto lagi naik sepeda.
| Ndra PLBT, Rory, Enny S |
Banyak yang
berkomentar tentang sepeda yang kupakai ini, diantaranya, “Men, nanti sepeda
elo gue sewa ya?”, kata Bucip.
Ndra bertanya
begini, “Men, sepeda elo kecil amat!, sepeda anak elo nih?”.
Kalau aku nggak
menjawab kawanku satu ini paham betul bahwa aku akan menjawabnya dengan bahasa
tulisan atau ............ bahasa isyarat.
Sebelum aku
cerita tentang acara Fun Bike dan Fun Walk, aku bercerita sedikit tentang
sepedaku sekaligus menjawab pertanyaaan Ndra.
| Vini bersama Smandel 82 |
Tanggal 17
Agustus 2011 yang bertepatan dengan 17 Ramadhan anak keduaku, Karris, mengikuti
konvoi sepeda dengan tema Anti Narkoba selepas upacara peringatan HUT
Proklamasi di SMP PL, jalan H. Nawi berkeliling di Jakarta Selatan dan berakhir
di SMA PL, jalan Brawijaya.
Ketika aku jemput
di mesjid dekat sekolah Karris bilang, “Pa, aku langsung naik mobil ya?, nggak bantuan
naikin sepeda soalnya aku capek banget. Dari semua orang tinggal aku dengan
temenku yang masih puasa”. Kasihan!.
| Smandel 80 |
Sebelumnya pagi-pagi aku bersama Inka, istriku, mengantar Karris
ke kawasan sekitar PIM untuk bergabung dengan temannya. Ketika aku menurunkan
sepeda, seorang temannya bilang, “Maling”. Mendengarnya aku bukannya marah tapi
malah tersenyum karena aku tahu perkataan itu bukan untukku tetapi untuk Karris
yang memikili call sign Maling.
Julukan yang diperoleh saat MOS dari seniornya yang bakal melekat seumur hidup
bersama komutitas angkatannya. Lucu juga semua orang punya julukan yang
aneh-aneh.
Aku sempat
memperhatikan Karris bersepeda, badannya kurus kayak aku dulu, dadanya terlihat
bidang itu juga seperti aku dulu.
Layaknya
orang-tua, kami ingin mengetahui lagi ngapain aja anak kami sekarang, untuk itu
kami tak perlu menunggu lama.
| Bersama Tia, Luci, Aziz, PLBT |
Selesai upacara
Karris kebingungan mencari sepedanya, waduh!, sepedanya menghilang. Akhirnya
dia hubungi mamanya, “Ma, sepedanya tadi warna apa?”.
Mamanya yang
ditanya juga kebingungan, “Engh ....., tadi warnanya kayaknya putih
keperak-perakan deh!”
Oalah, jadi
ketahuan kalau sepedanya pinjaman.
Tio, terima kasih sepeda lipatnya
Tio, terima kasih sepeda lipatnya
Langganan:
Postingan (Atom)





