Sabtu, 25 September 2010

Nirmala Chandra '88

Buat Trekkies sejati Q bukan nama yang asing, spesies dalam film Star Trek yang mampu menjelajahi alam semesta sesuka hatinya, bisa saja kemarin berada di planet Vulcan, sekarang ada di Klingon, sedetik kemudian bisa berada di planet bumi.

Spesies rekaan Gene Roddenberry biar terlihat agak berbau ilmiah diambil dari notasi fisika, aku masih ingat wajah lucu pak Ruhanta, guru fisika, ketika memonyongkan mulutnya menyebut “Q”. Telaah ilmiahnya jika gas dimasukkan ke dalam suatu ruang tertutup maka partikel gas yang bernama Q bisa berada dimana saja dalam ruang tersebut.

Nah, kalau di Star Trek ada Q, di Smandel ada Nirmala Chandra, “Ade” kata pertama yang keluar dari mulut penggemar Jennifer Lopez, David Foster dan Earth, Wind & Fire ketika kami bersalaman dan berkenalan di arena Smandel Green Festival, nama yang menjadi panggilannya sehari-hari buat ibu muda yang memiliki putri bernama Bunga.

Sama dengan Q, Ade beredar dimana-mana, di acara kuliner alumni Smandel ada, bencana alam Sumbar membela nama Expa dan Smandel ada, acara Expa lainnya wik-en di Cibodas, baksos di pantai selatan, praktek di Klinik Expa ada, ada, dan ada.

Sejurus kemudian Ade si hitam manis sudah bersama rekan seangkatannya sesama alumni kedokteran Unpad Bandung, sengaja aku menulis Bandung di belakang Unpad karena khawatir Unpad ditafsirkan kependekan dari Universitas Padang.

Sebagai seorang dokter, Ade dibantu oleh asisten kalau berbakti sosial yang paling sering suster Nurhayati dari Expa juga, kalau kamu bilang si suster secantik dan semenarik dokter Ade, kamu pasti mimpi deh! Susternya ganteng karena si suster tak lain Nunuk ’82. Eh, salah deng sebetulnya Nunuk nggak ganteng kok, pis men!

Sekarang Q, eh Ade nggak tahu ada dimana?
“Ngomong-ngomong kalian ngeliat Ade nggak? Perasaan barusan di kantongku deh!”



Nirmala Chandra 25 September at 11:02, Hahahaha.... bagus bang tulisannya.... Dr awal aku baca masih ga nangkep arahnya kemana... Taunya ujung2nya ke aku toh... Xixixi....
Kereeennn!! (^
⌣*)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Lorong Waktu

Puasa menjadi salah satu penyebab acara azan Magrib menjadi tontonan dengan rating tertinggi, bada berbuka puasa kami melaksanakan shalat Magrib berjamaah, ustad Rory sudah mulai PeDe memimpin shalat tanpa baju koko. Waktu baru datang Rory bilang kepadaku bahwa dia mau membeli baju koko dulu di Pasaraya, sebegitunya!.


Shalat Isya dan Tarawih berjamaah tak luput ditunaikan, seperti biasa ada acara tawar-menawar format Tarawih, 4-4-3 lebih banyak dipilih daripada 2-2-2-2-3, kalau ada format 8-3 pasti kami ambil terlebih format 11-0.

Aku salut kepada kawan-kawan non-muslim yang dengan sabar menantikan kami mengerjakan shalat berjamah dan bersusah-susah datang dari Magelang, Bandung, bahkan Holland namun sayang Alfred harus kembali ke Belanda kemarin. Bukber sudah menjadi acara rutin setiap Jumat minggu kedua Ramadhan.

Hendra Gunawan Marsilan kenapa sih pose mesti miring miring gini...disuruh photografernye ye....??? Berty ama Tri mau aje dikerjain ama HP....
29 August at 02:38

Seperti yang lalu-lalu bakti sosial internal dilakukan di bulan puasa, kali ini sekedar bantuan pengobatan untuk istri pak ustad yang sering kali keluar masuk rumah sakit, beliau pingsan saat berpartisipasi mengikuti bazar Smandel Green Festival di Buperta Cibubur. Semoga lekas sembuh, kami mendoakan.

Sungguh aku terkesimah oleh kalimat yang dilontarkan kawan-kawan saat photo berjamaah, mereka secara aklamasi mengatakan, “Ibu-ibu dulu, abis gitu baru bapak-bapaknya”. Sebutan yang sama yang mereka cantumkan di komentar photo di facebook, “Ibu-ibu dan bapak-bapak”.

Hariyanto Putra ga ngebayang..kalau 10-20 tahun lagi.......??????bisa nyatu terus gini ngga ya.......????, 28 August at 01:0
Luciana Darmansyah Wewengkang kalau ibu2 nya pasti msh bisa kalu bapak2 nya wah ga mungkin deh pasti dah pd pikun hahahaha 28 August at 01:08
Mohamad Rory Faizal Gumay Menakjubkan dan senang sekali hati kami semua...Semoga persaudaraan alumni SMA 8 th 81 akan terus berlanjut apalagi diusia kita yg menjelang senja diantara akan saling memerlukan dan peduli satu sama lain...masa yg paling indah adalah disaat kita di SMA dan ini akan selalu kita lalui setiap pertemuan2 sampai Allah kelak memanggil kita kembali sisi Nya... Sukses ya sahabat2ku yg cantik2 & tampan
28 August at 04:15
Tri Utami Semua yg terpenting jaga KESEHATAN ya temans....supaya klo ngumpul lagi tetep ok semua.....kumpul kaya gini sudah luar biasa.....BRAVOOO SMA 8 Angk 81!
28 August at 07:20
Ahmad Himawan Terima Kasih buat Adik Lucy yg sudah menyediakan tempat, tenaga, waktu sampe bolos kerja demi suksesnya acara ini. Luc kalau besok diomelin sama bos, jangan khawatir......bawa aja Hendra G. pasti bosnya nggak jadi marah.
28 August at 12:27 
Iriana Wihardja Bravo tuan rumah n d gank, rrruuuuaaarrrr biasa mangan ra mangan (puasa ra puasa) pada kumpul bareng. Itulah persahabatan sejati smandel 81......
28 August at 12:30
Ady Rosdarmawan Thanks buat Luci, unforgetable moments.......
28 August at 20:59
Lusiaji Aris Prabowo hanya ada satu kata "sukses" untuk acara buka puasa bersamanya alumni SMA 8 Jakarta Angkatan 81 tgl.27 Agustus 2010 di rumah Luci (sekretariat smandel 81) ....bravo "jalin terus silaturahmi" hingga akhir hayat.....
28 August at 21:05
Tri Utami Soto mie...oh....soto mie....
28 August at 21:13

Sepertinya aku baru saja melewati lorong waktu, rasanya baru kemarin sore menjelang magrib sebutan kami, “Ceweq-ceweq dan cowoq-cowoq”, waktu sedemikian cepat berlalu. Tapi tak apa asal kita tetap kompak sesuai motto kita ... together for all …

Terbayang dalam benakku suatu saat nanti ketika kami berkumpul dengan kompaknya kami meneriakkan ….
“… Together for all …”
“Huk …. huk …. maaf, kakek batuk ….”
“Huk …. huk ….. huk ….. nenek juga …”

Horeeeeee.... kaum lelaki yang menang karena batuk si kakek lebih sedikit (sainganterus.com)





1 comments:

Hariyanto said...
h.dra gw bukan ngerjain nyang mau di poto........cameranye kalah cepet ama yg doyan dipoto..... liat aja Chasing@ sih pada Tuwir2 ..but.Kelakuan Para Preman Tong- Tek nye nongol aslinye.........?????

Rabu, 04 Agustus 2010

Ada Pertanda

Sudah lama aku nggak bertemu Ira yang sekarang menetap di Magelang, terakhir kali saat Memory Camp waktu kami kelas 2 SMA, tapi pada hari H justru aku nggak ingin meninggalkan rumah, ketemu Ira bisa nanti-nanti.

Alasanku cukup kuat, pertama pada saat aku bagun dari tidur sore, pukul 18:15, rumahku sedang mati lampu. Kedua, ketika aku memeriksa mobil ban depan sebelah kiri kempes, masih untung aku memiliki kompresor kecil di mobil yang bisa membuat mobil kukendarai sampai tempat tambal ban. Kalau sampai ada satu lagi pertanda yang kurang baik aku nggak akan pergi, nggak lama petunjukpun datang, kunci kontak mobil terlepas dari sarang, harus menggunakan lilin untuk mencarinya. “Tit, gue nggak pergi, sudah 3 pertanda nggak boleh nih!”.
wish cool bareng Ira
Namun mau nggak mau aku harus menemui Daulay tukang tambal ban langgananku, buka 24 jam, karena tidurpun si Daulay di samping kompresor. Di mobil aku telpon Gepeng, “Peng, salam buat Ira dan temen-temen, sori gue nggak ikutan udah telat banget sekarang aja udah jam setengah lapan, mana gue musti nambel ban lagi!”.
“Dateng aja, gue juga datengnya jam sembilan, sekarang aja gue masih miting!”.

Eh, si Daulay nggak di tempat, yang menjadi pertanda keempat, “Mandi dulu, makan dulu kali!”, penjual rokok di warung sebelah dengan acuh tak acuh. Hape berbunyi dari nomor yang belum kukenal, ternyata Ira, “Men, pokoknya elu musti dateng gue tungguin, rapatnya juga mulai jam sepuluh!”, dari 7, lalu 9, sekarang jam 10.
Ady Rosdarmawan, ‎@Toto: apakbr??? msh Toto "jedo" khan???, Saturday at 18:52
Kania Nursanti, ha ha ha....adi inget aja, ... to masih ada yang "jedo", Sunday at 17:02
Chormen Omen,jedo emang artinya apa?, Sunday at 17:25
Toto Astuti, ‎@ady : hahahaha..... baik2 dy... jedo itu apa??, Sunday at 19:29#
Ady Rosdarmawan, waah "Jedo" khan istilah buat Toto duluuuu wkt kita sekelas........., 6 hours ago
Fiera Basuki, AD & KN : nah itu dia, gak percuma ya kita kasih nama totok Jedo, buktinya dia smp sekrang jg masih jedo he4 pis ya tok!


Ada tukang tambal yang masih buka, dengan malas-malasan melayani, ban baruku diobok-obok. Percobaan pertama gagal, yang menjadi pertanda kelima, “Bisa nambel nggak sih?”.
“Bisa pak!, Sudah sering!”, cukup lama baru selesai.

Pulang listrik sudah menyala, mandi, ganti baju, pamit keluarga berangkat deh ke MT. Haryono walau sudah ada 5 pertanda nggak boleh pergi, masa sih percaya yang gitu-gituan. Sampai Sapo Garden lancar dan aman-aman aja tuh!.

Aku pesan sapo udang dan nasi putih serta minuman milk shake strawberry, biasa aja nggak ada yang istimewa, yang lezat justru rempeyek kacang tanah dan krupuk kulit bawaan Ira dari Magelang.
wish cool bareng Alfred (09/08/10)
Pulangnya sudah larut, restoran sudah waktunya tutup, aku membiarkan Ira, Jedo, dan Mundi naik mobil dan berlalu baru aku menuju mobilku, perempuan harus pulang duluan dong!.

Kujumpai mobilku miring ke kiri, akibat ban yang ditambal masih bocor.
Alamak! Malam-malam begini masih ketiban sial!

Pertanda baik untuk mengucapkan selamat berpuasa, mohon maaf lahir dan batin

Rabu, 28 Juli 2010

Cepak Ngehe

“Men, mau bawa apa untuk buka puasa nanti? Pastel apa panada?”, suara istriku yang perhatian banget di hape ketika aku mengendarai mobil pulang ke rumah.

Belum pukul 4 bersama panada aku sudah menuju Sekretariat angkatanku di jalan Padang melalui jalan Otista, tahun lalu aku melewati Pancoran yang membutuhkan waktu lebih dari 2 jam. Tujuan pertama rumah Budi Harjanto, kawan esempeku, untuk bertemu dengan tukang pijat yang yahut banget, tapi apa mau dikata si tukang pijat nggak ada.
Ahmad Himawan Bagus nih pengambilan sudut pandangnya, cuma sayang objek fotonya nggk sempurna, ada Chormen sih.


Early bird banget kalau aku langsung ke Sekretariat, coba-coba aja siapa tahu Luci yang menetap di Sekretariat kami ada disana. Belum lagi mesin mobil aku matikan kepastian bahwa aku tidak sendirian sudah kuperoleh, “Assalamualaikum bang haji Chormen ……”, suara berasal dari dalam mobil Inova yang tengah mencari tempat parkir, ustad Rory pengemudinya.

Lama aku menunggu Rory nggak keluar dari mobilnya akupun menghampiri, “Ada apa Ror … kok nggak keluar-keluar?”.
“Waduh, baju kokoku ketinggalan”.
Aku turut prihatin melihat raut kecewa di wajahnya, mungkin Rory merasa nggak afdol atau pahala puasanya berkurang jika buka puasa bersama tanpa baju koko.
Hendra Gunawan Marsilan duh Syamsi mesranye ama Icha....yg ini jangan digebet ye bro....
29 August at 02:16
Hariyanto Putra payaaahhh.. Hendra KO..dah..ama syamsi....huhahahahhaaha..
@omen...nitip..bwt .millis. best action ....
29 August at 02:21
Ahmad Himawan Emangnya elo nggak pada tau, kalau tahun 82 an, Syamsi sama Marissa udah sama-sama mau ? Syamsi mau beneran, Marissa mau muntah wuha ha ha ha
29 August at 09:02 ·
Nursyamsi Kurnia Utama Oom Hendra kayanya buka puasa dan teraweh lagi.......bisa kaya begini lagi.....hehehehehehe 
01 September at 17:08
Hendra Gunawan Marsilan Usulan deh ama Lucy Cs, tahun depan bukber ama tarawih buat 5 X ye Syi....
01 September at 19:43
Luciana Darmansyah Wewengkang gilaaaaa 1 kali aja gw bonyok tp senang cari pahala aja pak
01 September at 20:05



Bukan Smandel, bukan 81 kalau Sekretariat sepi, sudah ada beberapa orang kebanyakan berambut cepak ngehe, daftar hadirpun sudah terisi, penghuni nomor satu Lusiadji Aris Prabowo, maklum dia yang membuatnya. Aku tuliskan nama, nomor hape dan tanda tangan di baris bernomor 13, artinya sudah ada 12 orang yang tiba lebih dahulu.

Sambil menunggu penghuni di baris terakhir daftar hadir, kita sapa pengirim pesan di facebookku, selebriti bo!, kawanku selebriti semua, kamu termasuk kan!
Krisna Purwana 30 August at 14:56, Makin ganteng aje Dik Chormen...
Chormen Omen 30 August at 21:00, Ha ha ha ... jadi enak bacanya bang
Krisna Purwana 31 August at 13:34, Kmrn, wkt di tmpt Luci rame ya? Sorry banget tu, Didiet nggak bs dateng. Gw pass siaran. Gak bs nganter. Salam deh buat tmn2 81.
Chormen Omen 31 August at 18:34, Lumayan rame, ada 71 ... ,orang semua, salamnya akan disampaikan
Chairul Firmansyah masih seperti yang dulu ya....
hehehehehe....
28 August at 00:46
Willem Teddy Usmany Lebih Oke kaum bapaknya...!!! Setuju ya Rul...???? Xixixi....!!!
28 August at 00:55
Luciana Darmansyah Wewengkang ga bisa pasti ibu2 nya yg oke ada artisnya marissa haque yg laki cuma ada nursyamsi hehehehehehe
28 August at 01:03
Willem Teddy Usmany Gw gak setuju..., tetep kaum Bapak yg lebih Oke...!!! Soalnya selain ada Syamsi, juga ada bokapnya Jamil dan jg ada Chor'ygslaluadaditiapfoto'men....!!! Hehehe...!!!!
28 August at 01:30
Rosana Harahap .. bapak-2 nya OK, ibu-2 nya LEBIH OK dong
28 August at 08:21 
Tri Utami Hidup Ibu2......semoga semua sehat2 selalu...dan awet muda....
28 August at 11:28
Hendra Gunawan Marsilan Menurut gw seh, kagak bapak2nya kagak emak2nya...IA 81 TOP BGT deh....Kalo emak2nya adalahlah nilai plusnya (+) dgn kehadiran Icha, tapi bokap2nye nilainya +++++ ( buanyak banget nilai plusnye, abis biasa yg plus plus seh), setuju enggak Ted...???
28 August at 22:29
Luciana Darmansyah Wewengkang Dah jng pada rubut memang bpk2 nya ok tp yg lebih ok tetp ibu2 nya hahaha..
28 August at 22:43
Willem Teddy Usmany TETAP BAPAK2NYA YG PALING OKE....!!!! Setuju bapak2...????
29 August at 00:04
Tri Utami Willem.....udah deh g usah cari dukungan...biar bagaimanapun Ibu2 tetp paling OK!!!!!
29 August at 00:08
Willem Teddy Usmany Gak.., gw gak terima...!!! Pokoknya sampai titik darah penghabisan tetap BAPAK2NYA YG LEBIH OKE....!!!!
29 August at 00:36

Terakhir kali aku lihat daftar hadir berisi 71 orang, nama Yogi P. Sutejo tertera di baris paling buncit, kalau Krisna nggak siaran ada 72 dengan Didiet. Jumlah yang cukup lumayan untuk ukuran Bukber.

Beberapa kawan berpesan kepadaku.”Ada ceritanya dong ….!”, sementara pasukan cepak ngehe masih saling ejek, “Gue emang rambutnya cepak ngehe, tapi elo cepaknya lebih ngehe!”, suara Bucip ditujukan kepada Kybo.
“Elo bukan ABRI aja pake cepak segala …. Itu namanya ABCD”, Iwan ikut-ikutan.
“Emang ABCD artinya apa Wan?”
“ABRI Bukan …. Cepak Doang!”

Minggu, 25 Juli 2010

Hilda Red '83

“Chormennnnnn ……..!”, suara seorang wanita memanggilku di arena panggung hiburan SGF, aku celigak-celiguk mencari sumber bunyi, nggak ada muka yang aku kenal.
“Men, sini ….”, panggil wanita berambut merah, seolah lelaki panggilan aku menuruti permintaannya.
“Aduh, maaf ya gue lupa ….”
“Gue Hilda”
“Hilda …? Hilda apa ya?”
“Hilda Red, angkatan 83”

Pantaslah wanita ini bernama Red, mulai dari sepatu, perona bibir dan rambutnya berwarna merah, kalau giginya memakai behel pasti warnanya merah, mungkin juga pakaian dalamnya berwarna merah, nggak mau kalah kompak.

Orangnya nyentrik bisa dibilang, bayangin kaos SGF digunting-gunting, klop dengan wanita yang rada cuek-bebek ini, disela robekan kaos di bahu terlihat singlet, sudah pasti berwarna merah.
RED @ GREEN by Hilda Red
Andung Nni, ini salah satu contoh penonton yg tidak menyenangkan...qkqkqkqk..j
gn deket2 red, die belum divaksin rabies tuh...=)), 31 July at 17:54
Aku nggak sempat berbicara panjang dengan Hilda, nggak enak sama 3 brondong yang tengah berbincang dengannya, bukan apa-apa takut brondong-brondong itu tersaingi.
“Kita kan sesama rocker, salam roker dulu dong!”, katanya. Hi hi hi ada juga yang bilang aku rocker.

Saat rock session, entah di lagu keberapa si rambut merah pengagum Janis Joplin meyeruak ke atas panggung berduet dengan Doddy Katamsi, eh ternyata rocker betulan, tahu begitu aku tadi minta tanda tangan.
“Salam rocker dulu ach!”

Edi Purwanto '73

Smandel Green Festival menghadirkan pribadi menarik untuk disajikan, salah satunya pria bertopi putih dengan pernik biru hitam yang menonjol yang kita semua kenal, lencana sekolah, benar-benar Smandel!.

Pagi-pagi benar pria ini sudah bercokol di depan garis start jalan santai, selepas jalan santai aku berbincang di lokasi bazar dengan pemilik satu-satunya lencana Smandel yang terlihat di arena SGF.
Green Fielday SMA 8 di Buperta by Julianto Soeroso
Edi Purwanto, nama yang keluar dari mulutnya, ketika aku bertanya nama lengkap, dengan suara lemah lembut ciri lelaki yang Jawa banget.

Lencana yang diperoleh sejak masuk Smandel sejak tahun 1970 dirawat dengan baik, sudah 40 tahun saat tulisan ini dibuat, “Saya simpan dalam plastik”, alumni lulusan tahun 1973 ini menjelaskan.

“Takitri sekarang masih ada nggak ya? Dulu saya yang pertama kali mbuat, masih pake mesin stensilan”, tutur Edi sambil memutar tangan kanannya seolah memutar mesin cetak di eranya.

Wah, gawat nih! Angkatan 70an yang suka membaca Takitri artinya suka membaca stensilan dong!

Setia Pribadi '76

Pria yang menyukai rambut model plontos kali ini kepalanya terlihat dibalut dengan selembar slayer yang mungkin digunakan untuk menutupi pitak-pitaknya.

Si dokter yang berpraktek resmi di salah satu rumah sakit swasta, mempunyai rasa sosial yang tinggi, berbagai bakti sosial pengobatan dan khitanan masal dilakukannya, pengobatan di daerah bencana banjir, gempa bumi, bahkan tsunami Aceh tak luput dari perhatiannya bersama Expa.
Candid Camera SGF2010 by Teppy Maaruf
Teppy Maaruf and 2 others like this.
Andung Nni, seru abessssssssssss....:-bd, 25 July at 22:58
Djuwita Bunda, backing vokal dadakan .... wah mesti di bina nich ... siapa tau jadi profesi, 26 July at 07:53
Joshua Siregar, dr acing in action......., 26 July at 22:53
Sri Nastiti Budianti, Lupa umur....lupa anak istri.....ini lagi nyanyi atawa lagi action waktu diambil photonya??? ekspresinya seru banget !!!!, 30 July at 02:27
Isma B Koesalamwardi, o, ya ampuuuuun ... lagi nyanyi to? kirain lagi nyorakin lomba tarik tambang ... ;-))) sukses deh, mbak Teppy ... ;-) bravo ..., 30 July at 03:39
Setia Pribadi, Lagu sama band+penyanyinya yang bikin jadi lupdir....he he he..
30 July at 17:18
Bambang Adhi Pratomo, ... Itu kita-kita lagi pada nyanyi ngikutin Doddy Katamsi yang lagi bawain lagu "Highway Star"-nya Deep Purple. Wah seru bangetlah pokoknya... Wan Jamal aja sampai ke depan, ngambil mike-nya Doddy...Rugi banget pokoknya kalo nggak dateng..hehehe.., 30 July at 17:18
Isma B Koesalamwardi, .. iya yah ... coba aku anak 8 yah ... ;-)))
happy to c u all happy ..., 30 July at 18:51
Moh Jamaludin, gileeee tuh dokter semangat bangeet....maklum depan pasien kan kagak bisa teriak kayak gitu he he ...ok sukses dokter Acing


Acing, nama panggilan akrab dokter Setia Pribadi, lulusan USU (Universitas Samping UI), aku jumpai di SGF sedang asyik makan lontong dan sate ayam dalam kemasan boks plastik yang dibelikan oleh Titi Smandel 80 yang merangkap menjadi istrinya.

Seorang remaja bernama Karris mendekat ketika kami asyik berbual, “Salam om Acing dulu dong!”.
Ketika mereka bersalaman dan saling pandang, kalimatpun aku lanjutkan, “Masih pada inget nggak …?”
“Gue lupa …, siapa nih Men?”, Acing kebingungan.
“Kayaknya pernah ketemu, tapi aku lupa …..?” Karris lebih kebingungan lagi.
Daripada mereka stes kebingungan, mendingan aku kasih tahu aja.
“Ini om Acing yang nyunat kamu dulu!”, penjelasanku kepada Karris.

Keluar deh komentar ceplas-ceplos dengan sedikit menjurus porno, merek dagang Acing, “Kalau muka, gue emang gampang lupa! Tapi kalau celananya dibuka, gue lihat TitiTnya ……, gue pasti tahu itu TitiT siapa!”.