Sabtu, 14 Juni 2008

Loveasket

Kebayang kan kalau 25 tahun nggak main basket harus bertanding dengan lawan yang lebih muda angkatan 84. Menang kalah nomor 2 yang penting ikut ngeramein acara 4 on 4, 3 laki ditambah 1 perempuan. Sayang Alfred yang datang dari Belanda keburu booking hotel di Bali kalau nggak dia pingin banget main basket.
Baru beberapa menit, 81 sudah ngos-ngosan dan sudah kemasukan 2 bola, teriakan membangkitkan semangat buat Mega bersaing dengan teriakan sang istri untuk Mega keluar lapangan, lah kok Mega disuruh keluar?
Anehnya teriakan istri Mega tidak digublis malahan Mega bertambah semangat.
Nggak sabar istri Mega menghampiri gue bilang “Chormen, Mega disuruh keluar dong! Jantungnya sudah di by-pass”
Panik gue pasti! Untungnya David Tri Gepeng bersedia menggantikan. Gue sang pelatih terpaksa nyopot sepatu buat David yang nggak bawa sepatu. Baru gue lepas peluit berbunyi tanda pertandingan berakhir.
Sisa kejayaan Eko dan Mega masih terlihat, angkatan 81 membalikkan angka menjadi 3-2, kok bisa ya? 81 gitu lho!
Walaupun menang gue kudu minta maaf mungkin tepatnya minta ampun ke pendamping setia Mega, karena nggak tau kalau Mega sudah diby-pass.
Eh, Mega malah yang nyaut “Enggak ... gue nggak diby-pass, gue cuma dipasang ring doang”

Jumat, 13 Juni 2008

Friday the 13th: Mesin tik Berhantu

Aku pernah bekerja di tempat terpencil bersama Sempu ’79. Sewaktu di Jakarta (mohon maaf buat yang perempuan) melihat ceweq cantik itu biasa, karena terlalu banyaknya ceweq yang cantik yang kurang cantik bisa dibilang kayak kebo, tapi di pelosok yang terpencil ini jarang sekali ketemu ceweq dan karena begitu jarangnya ceweq sampai-sampai melihat kebo dikira ceweq. Memang begitulah ungkapan umum disana.
gang IPS 81

Cerita yang aku ungkit disini tentang teman kami, sebut saja Taufik saat itu masih berstatus calon karyawan yang berasal dari daerah, karena tugasnya belum selesai dia harus lembur sendiri di kantor, tiba-tiba terdengar suara berisik ditengah keheningan, setelah diselidiki ternyata berasal dari mesin tik yang bergerak sendiri. Dengan pucat pasih dia berlari terbirit-birit mendatangi satpam.
“Pak, ada hantu!!!!”
“Tenang pak, disini tidak ada hantu”
“Benar pak, ada mesin tik berhantu”
angkatan 83

Setelah melihat Taufik sedikit tenang, pak satpam menemaninya mendatangi lokasi yang menyeramkan tersebut.
“Itu pak mesin tik berhantunya, tadi saya lihat bergerak sendiri”
Sambil tetap menenangkan pak satpampun berkata
“Bapak tetap tenang ya, itu bukan mesin tik berhantu. Itu yang namanya .......... mesin telex”

Minggu, 08 Juni 2008

Makin Santai Makin Bagus


Mulai dari jam 6 pagi sang hape nggak berhenti berdecak, mulai dari Wenni, Gepeng, Elli, Benny, T2t, Eneng yang nanyain posisi gue, maklum kaos mereka ada di gue semua.
Sampe di Menpora jam 6:30 mulailah pembagian tugas, ada yang bagi kaos, bagi pin merah 81, ngasih nama di pin, pasang tanda peserta, ngambil konsumsi, agak repot memang karena peserta dari 81 sebanyak 67 orang.
Pukul 7:30 bendera start buatan Kelik alias Budi Wiyono pertama kali berkibar, angkatan tua dan yang ngaku tua jalan duluan sedang yang berdarah muda belakangan, herannya angkatan gue kok diselak terus ya, berebut tua atau kami dianggap terlalu muda.
Jalan Santai mulai dari Menpora, TVRI, Pulau Dua, Gedung DPR nah disini berhenti dulu buat foto demo dengan blue jeans dan red dot, ada juga yang naik pager segala loh!. Mau demo apa jalan santai sih!.
Pertanyaan tiap pos cuma diisi nomor peserta selebihnya biar Gepeng yang ngurus. Pembagian tugasnya bagus ya? Oh iya, bolpennya pinjem dari tukang roti, hidup bermasyarakat bener-bener diterapkan he he he.
Deris anak Rizna ngikutin Naya anak alm. Danar yang sesekali digendong walhasil kami jalannya makin santai, melewati Manggala, belakang DPR balik ke Menpora dibalap Yoshua yang lewat dengan ambulans nyapu teman yang kelelahan dari angkatan 61an.
Sementara the Red Dots masuk barengan agak belakangan karena di lomba jalan santai, katanya ..... makin santai makin bagus ........ kalau perlu sambil ngesot gitu lho!

Jumat, 30 Mei 2008

the Batiks

Pertama kali gue ikut-ikutan rapat panitia Festival 8 hari Sabtu tanggal 16/02 di jl. Bangka, banyak yang dateng, masih rame masih pada semangat. Kalau nggak salah rapat panitia yang keempat.
Seorang alumni senior (banget), gimana nggak gue bilang senior (banget), lulusnya aja tahun 61, sang kakak bilang kalau saat acara jangan ada yang pake batik karena kesannya formal amat.
Obituari Danar berjudul Dikejar Macan Gunung tertulis pakem, “namanya anak-anak semakin dilarang semakin membangkang”.

 
Di acara donor darah, seminar pendidikan, bazar, pakem semakin dilarang semakin membangkang berlaku pula, justru banyak yang pake batik bahkan ada angkatan yang paling kompak, mereka berbatikan dengan celana jeans, keren banget. Sayangnya gue nggak sempet nanya angkatan berapa mereka.
Saat bercengkrama dengan the batiks, ada beberapa dialog sempat kucatat.
“Kok, elo nggak pake batik!”
“Ini batiknya” sambil memperlihatkan sejumput batik di polo shirtnya
“Curang batiknya cuma seemprit”
“Biar seemprit, tapi kan celana dalem gue batik juga!”
Terdengar jeritan histeris
“Sini ........... buruan buka ....... gue pingin lihat ..............”

Minggu, 04 Mei 2008

the O, kata Jeff Svak

Nama lengkapnya Damien Omen bapaknya Damien thorn, nama asli kerennya Lucyfer
(belon pasti ada hubungannya dgn yg di Jl.Padang) symbolnya 666,punya cabang perusahaan di cikarang
Pt Lucent technologi( Lucifer Enterprise) pusat di di New york 600 Mountain Ave, berdiri thn 1996, kerjaannya nempel perusahaan orang trus dimatiin contoh AT&T ,skrg mao coba Alcatel.
diduga semua komunikasi di indonesia terekam diserver pusat, (belum ada kepastian ! menurut kawan yg bekerja di PT LA (mengatur semua transaksi Bank di Indonesia ) dia orang IT sendiri tidak mempunyai access ke ruangan server tersebut ,harus izin ke uncle sam.

Sabtu, 03 Mei 2008

Darah Kotor

Eneng, Gaus dan Chormen

Iya... koq Eneng gak jadi ikut seminarnya P. Imam Prasojo? .... bagus lho. Kita jadi gak sempat jumpa deh. Apalagi sesi P. Arief Rahman.... materinya ok, membawakannya lucu.

Btw, Gaus kau ngilang kemana?? kenapa gak ikut sesi seminar terakhir??
Sayang , teman-teman angkatan 81 banyak yang tidak ikutan seminar itu. Banyak masukan bagus sebagai orang tua untuk pendidikan anak-anak kita.

Tapi memang itu resikonya kalau beberapa kegiatan dilakukan saat bersamaan (seminar ada dua topik di dua tempat, donor darah, bazaar, panggung musik dsb...) apalagi ada reuni-annya.... yang kangen-kangenan gak bisa sebentar.... jadi susah milih yang mana dan heboh !!

Jangan takut Men, foto adegan ranjang kita bertiga ada tuh .... (oopss.... maksud gue adegan di ranjang saat donor darah, ... Erna - Chormen dan gue). Sayang belum bisa gue posting, karena kabel usb camera gue, tau ngilang kemana .....


Ngomong-ngomong soal darah, gue baru inget waktu baksos di Bogor tahun lalu sebenarnya darahnya Chormen 'gak normal. Kalau Rory : darah tinggi, Lucy : "darah muda", Chormen : "darah kotor", terbukti Sabtu kemarin dia gak jadi donor, sebab darahnya terkontaminasi antibiotik !! he.. he.. he.... becanda ... Piiss (baca : peace) Men !!

I really had a very good time on last Saturday !!.... bener-bener "refreshing" deh.


Salam gumbira,
Rosana

Mau tau the O itu siapa?

Caranya gampang.
Ketik REG the O kirim ke 08 81
Anda akan mendapatkan aktifitas keseharian saya.
Oh, iya sms yang anda terima langsung dari hp saya

Untuk berhenti berlangganan
Ketik UNREG the O kirim ke 08 81